
LIDS EDUCIA Raih Juara 3 Lomba Debat FORCE 2026 Tingkat Universitas se-Kalsel
Banjarmasin -Tim Debat LIDS EDUCIA berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Lomba Debat Fosma Antasari Celebration (FORCE) 2026 tingkat Kalimantan Selatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026 di Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Selatan. Kompetisi ini mempertemukan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan, termasuk Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin, Politeknik Negeri Banjarmasin, Universitas Lambung Mangkurat, serta UIN Antasari Banjarmasin sebagai tuan rumah.
Tim LIDS EDUCIA merupakan tim yang terdiri dari mahasiswa lintas program studi dan Fakultas di UIN Antasari Banjarmasin dan dipertemukan melalui Organisasi LIDS EDUCIA, salah satu organisasi debat yang ada di UIN Antasari Banjarmasin. Tim ini terdiri atas Isyana, mahasiswa angkatan 2025 Program Studi Tadris Bahasa Inggris dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sebagai Pembicara Pertama, Muhammad Derent Ananda, mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Angkatan 2024 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebagai Pembicara Kedua serta Kamrani Nadzmi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2024 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sebagai Pembicara Ketiga.
Dalam pertandingan debat, salah satu mosi yang dibahas adalah “Dewan ini mendukung pemerataan fasilitas pendidikan di daerah terpencil lebih diprioritaskan daripada pembangunan fasilitas pendidikan di perkotaan.” Mosi tersebut mendorong peserta untuk melihat persoalan pemerataan pendidikan dari berbagai perspektif, sekaligus menyusun argumen dan solusi yang dapat memberikan manfaat terhadap permasalahan yang dibahas.
Pada salah satu pertandingan, LIDS EDUCIA berhadapan dengan Forum Kajian Ilmiah Hukum (FKHI), salah satu organisasi debat dari Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin. Pertandingan berlangsung sengit dengan kedua tim saling mempertahankan argumentasi masing-masing. Dalam pertandingan tersebut, skor yang diperoleh LIDS EDUCIA masih berada di bawah FKHI, sehingga FKHI berhasil melaju ke babak final.
Meskipun tidak melaju ke final, perjalanan LIDS EDUCIA masih berbuah prestasi. Penentuan Juara 3 dilakukan melalui perbandingan perolehan skor antartim. Setelah skor LIDS EDUCIA dibandingkan dengan tim dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), ternyata skor yang diperoleh LIDS EDUCIA lebih tinggi. Berdasarkan perolehan tersebut, LIDS EDUCIA berhasil menempati peringkat ketiga dalam kompetisi debat FORCE 2026.
Bagi LIDS EDUCIA, debat bukan sekadar persoalan siapa yang paling kuat dalam menyampaikan argumen. Setiap tim juga berusaha menghadirkan solusi agar perdebatan yang dilakukan tidak berhenti pada adu pendapat, tetapi mampu memberikan manfaat dan sudut pandang baru terhadap persoalan yang sedang dibahas.
“Perlombaan debat ini sangat seru. Di sini otak kami benar-benar diasah untuk berpikir cepat dan tepat karena waktu berpikir harus kurang dari 10 detik, jadi sangat melatih kami. Kami juga banyak belajar dari dua perspektif dan sudut pandang karena kami tidak hanya kuat-kuatan argumen, tetapi juga memberikan solusi agar perdebatan ini ada manfaatnya. Dan di akhir lomba kami akhirnya berteman dan menambah relasi,” ungkap ketua tim LIDS EDUCIA Derent ananda.
Pencapaian Juara 3 ini juga menjadi hasil yang sangat di luar perkiraan bagi tim. Kamrani Nadzmi yang baru pertama kali mengikuti perlombaan debat, bersama Isyana yang juga baru pertama kali meraih juara dalam lomba debat, mampu menunjukkan performa yang baik dalam kompetisi tersebut. Keduanya mendapatkan pembelajaran dan arahan dari Muhammad Derent Ananda, yang telah memiliki pengalaman dan beberapa kali meraih juara dalam berbagai perlombaan debat.
Bagi Kamrani dan Isyana, pencapaian ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Dari pengalaman pertama mengikuti kompetisi dan belajar bersama anggota tim yang lebih berpengalaman, keduanya justru mampu langsung membawa pulang prestasi. Alhamdulillah, pengalaman pertama mereka dalam perlombaan debat langsung berbuah Juara 3. (DA)



